AJARAN SUCI KANDA PAT

Setiap ajaran atau pengetahuan belum tentu adalah kebenaran sejati. Tulisan ini saya ambil dari beberapa sumber dan kesimpulan sendiri yang belum tentu benar adanya karena hanya Tuhan sendiri adalah kebenaran sejati itu. Namun dengan pikiran jernih, hati yang bersih, laku yang benar semoga Tuhan yang merupakan sumber dari semua pengetahuan (omniscience) selalu menganugerahi kita dengan kesadaran akan kebenaran yang semakin baik, semakin sempurna.   

Sebuah ajaran atau pengetahuan akan menjadi ajaran suci atau tidak tergantung pada si penguasa ajaran itu. Sesungguhnya bila kita renungkan tidaklah benar adanya Ilmu Hitam atau Ilmu Putih. Dia menjadi hitam bila dipakai untuk kepentingan yang tidak baik, sebaliknya menjadi putih bila dimanfaatkan untuk kepentingan yang baik dari niat yang baik.

Ilmu atau pengetahuan ibarat sebuah pisau tajam. Dia menjadi baik bila dipakai untuk mengupas buah misalnya. Dia menjadi tidak baik bila dipakai untuk melukai orang. Jadi pisau yang sama oleh niat dan perilaku pengguna yang berbeda menjadikan pisau itu baik dan tidak baik. Contoh lain adalah pada kasus (ilmu) hipnotis. Hipnotis sangat baik dipakai sebagai terapi  (hypnotherapy) yaitu untuk menanggulangi stres dan berbagai penyakit pikiran. Namun disi lain hipnotis bisa dipakai untuk menghipnotis orang lain dengan tujuan tidak baik seperti agar mau melakukan tujuan tidak baik si pelaku seperti pencurian dsb. Lagi sekali intinya bukan pada ajaran atau ilmunya akan tetapi pada si pemakainya. 

Ada benarnya orang tua kita melarang untuk belajar ajaran tertentu sebelum usia kita dianggap cukup. Karena secara umum semakin bertambah umur orang, kebijaksanaannya akan semakin baik karena tertempa oleh pengalaman hidup. Namun pada kenyataannya banyak kita temukan orang yang tua secara umur memiliki perilaku tidak lebih bijak dari yang muda. Namun jangan dilupakan bahwa yang lebih muda dalam satu siklus hidup ini bisa jadi merupakan kelahiran dari roh yang lebih tua sehingga belajar bisa lebih cepat. 

Jadi menurut pandangan saya, berapapun usia anda yang terpenting adalah seberapa besar anda dapat mengendalikan diri itulah yang menjadi patokannya. Sebelum belajar ajaran suci Kanda Pat, saya sarankan anda untuk dengan jujur menjawab pertanyaan pertanyaan berikut. Bila salah satu atau lebih pertanyaan berikut anda jawab YA, maka perbaiki dulu baru mempelajarinya. Karena kesucian diri andalah yang terpenting. Bila anda belum dapat berniat, berfikir, berucap dan berperilaku suci, anda mempelajari ajaran ini, dia akan menjadi bumerang yang melukai orang lain dan terakhir akan melukai diri anda sendiri.

Penting juga anda ingat bahwa kesucian diri bersumber dari niat, ucapan, perilaku dan kebiasaan kebiasaan. Orang suci bukanlah orang yang dibuatkan sesajen atau upacara tertentu lalu dilantik terus kita sebut sebagai orang suci. 

(1) Apakah anda masih pernah memikirkan lawan jenis selain pasangan (suami/istri) anda? Paling penting dari pertanyaan-pertanyaan berikutnya karena pada umumnya inilah yang paling sulit dilakukan bagi sebagian besar orang.

(2) Apakah anda masih suka marah marah bila suatu hal yang menurut indra anda tidak sesuai?

(3) Apakah anda masih mengabaikan orang tua anda, istri/suami anda, anak anak anda dan orang orang disekitar anda?

(4) Apakah anda masih menikmati kerakusan dan tidak peduli pada yang lain?

(5) Apakah anda masih iri pada kesuksesan orang lain?

(6) Apakah anda merasa bukan bagian dari semesta yang Maha tidak terbatas sehingga anda masih menyombongkan wajah cantik/tampan, kekayaan, kepintaran dan jabatan anda?  

(7) Apakah anda masih mabuk dan bingung?

(8) Apakah anda masih suka bergosip negatif tentang orang lain?

(9) Apakah anda belum bisa menjadi guru positif bagi pikiran anda?

(10) Apakah anda masih makan sembarangan dari hasil mencuri, mencari komisi di kantor padahal anda sudah digaji?

Sesungguhnya masih ada lusinan pertanyaan lain yang pada akhirnya suatu saat ketika anda sudah sadar, nurani anda (jiwa) anda tahu benar bagaimana membedakan yang benar dan salah. Manusia menjadi buta nuarani karena tertutup oleh ego, pikiran kasar yang belum terpelajarkan. Pelajaran terpentingnya adalah pengendalian indria (indera).

Sebelum lebih jauh belajar Kanda Pat, mari kita dalami tubuh kita sendiri. 
  • Badan terluar kita (Annamaya Kosha) terbuat dari sari makanan, dari unsur padat (Prtiwi) berupa kulit, daging, tulang. Dari unsur cair (Apah) berupa darah, air liur, lendir. Dari unsur api (Teja/Surya) yaitu suhu tubuh kita. Dari unsur udara (Bayu) adalah nafas kita. Dari unsur ether (Akasa) adalah rongga rongga tubuh kita. Bahkan bila setiap sel sel tubuh kita diurai terus, kita hanyalah ruang kosong belaka. Pada badan jasmani kita ini juga ada indria yaitu indria yang setiap saat seharusnya kita kendalikan dengan 'saran saran otomatis' agar tidak liar kembali pada sifat sifat kebinatangan. Panca Budhi Indria yaitu lima indria yang menimbulkan rangsang yang akan menyebabkan gerak yang dilakukan oleh Karma Indria. Lima Indria yang menimbulkan rangsang adalah mata (Caksu Indria), telinga (Srota Indria), hidung (Grhana Indria), Jihwa Indria (lidah), Twak Indria (kulit). Karma Indria yang bergerak atas rangsang tersebut adalah mulut (Wak Indria), tangan (Pana Indria), kaki (Pada Indria), perut (Garba Indria), kelamin laki laki (Upastha Indria), kelamin perempuan (Baga Indria), pelepasan / anus (Payu Indria). Pengendalian diri dengan secara tekun mengendalikan indria indria kita adalah bagian terpenting untuk dilakukan. Dilakukan setiap saat secara persisten bukan diwaktu waktu tertentu. Hari hari tertentu anda berpuasa (mengendalikan indera) disebagian besar waktu lain anda mengumbar, tidaklah akan ada hasil dari pekerjaan sia sia ini. Persistensi (tapa-brata) adalah keharusan. Sama halnya disatu hal anda orang baik, disisi lain anda jahat, untuk apa? Disatu hal anda murah hati (dhana), disisi lain anda mencuri, korupsi, untuk apa? Lebih baik tidak berderma kalau memang belum diijinkan dengan jalan baik dan benar. Di satu hal anda penyayang, disi lain anda menyakiti, untuk apa? Di rumah anda sok sayang sama pasangan, diluaran anda berbeda, untuk apa? Semua itu hanyalah kesia siaan belaka. Siapa yang mau anda tipu? Pada akhirnya toh diri sendiri yang harus mempertanggung jawabkan setiap karma oleh niat (pikiran), perkataan dan perbuatan anda.
  • Lapis lebih dalam berikutnya adalah badan energi (Pranamaya Kosha). 

Share This Post: