KESETIAAN DAN MONOGAMI MEMBAWA KEBAHAGIAAN SEJATI - FIDELITY AND MONOGAMOUS ARE LEADING TO TRUE HAPPINESS

Saya menulis artikel ini untuk diri saya sendiri. Namun, jika ada yang membaca ini dan isinya tidak sesuai dengan kredo anda, mari bersikap toleran karena perbedaanlah yang telah membuat hidup ini indah. Hanya Tuhan yang tahu kebenaran sejati. Semoga dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatan yang kita lakukan selalu dalam bimbingan-Nya. Dengan kesucian hati kita dan dengan selalu mendengarkan bisikan hati nurani kita, kita hidup dalam kebahagiaan sejati. 

I have written this article for myself. Yet, if you read this and, the contents don't meet your creed, lets be tolerant because differences have been making this life beautiful. Only God knows the true truth. May in every thought, talk and deed we take will be under His guidance. With purity of our heart and always following our conscience, we live in blissfulness.
*** *** ***

Pernikahan merupakan sebuah 'komitmen'. Komitmen berarti bahwa dengan alasan dan godaan apapun yang dihadapi, ia tidak akan dilanggar, sama halnya dengan seseorang yang telah berkomitmen untuk tidak menipu dan mencuri, meskipun menghadapi situasi sesulit apapun, mereka tidak akan melakukannya. Berbicara tentang sebuah pernikahan,maka saya rasa tidak ada pelanggaran lain yang lebih buruk daripada perselingkuhan.

Setiap tindakan pertama tama dimulai dalam pikiran yang menjadikannya sebuah niat. Dari niat akan timbul perbuatan. Perbuatan yang diulang-ulang menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter. Dari karakterlah kita semua merajut takdir kita sendiri. Kita sudah banyak menyaksikan bagaimana kehancuran orang orang hebat sekalipun karena ketidaksetiaan atau ketidakkomitmenan mereka terhadap pasangan dan keluarga mereka. Untuk menjaga komitmen, setiap saat pikiran harus dikendalikan dengan penuh kesadaran. Bila sudah terbiasa terkendali, maka akan menjadi kebiasaan yang mudah. Sebaliknya, jika Anda tidak berkomitmen, Anda akan menemukan begitu banyak alasan untuk berselingkuh. Bisa jadi merasa tidak terpenuhi dengan pasangan, kegembiraan baru, jauh dari pasangan, termasuk alasan alasan konyol lainnya seperti tidak punya anak laki laki, agama atau adat membenarkan, namun apapun itu, kalau Anda tidak punya komitmen, Anda akan menemukan segudang alasan padahal semua hanyalah ketidakmampuan mengendalikan diri dan ego. Jauh di lubuk hati terdalam, Anda tahu itu perbuatan salah. Anda tahu itu akan membawa Anda kedalam kehancuran dan kejatuhan.

Namun tukang selingkuh, para perokok, pencudi, tukang makan, pemabuk dan pecandu lainnya, mereka akan tetap melakukan hal serupa walau sudah tahu akibatnya. Meskipun demikian, sebenarnya hanya perlu sedikit usaha dalam mengubah kebiasaan dengan mendengarkan bisikan sang jiwa yang murni sebagai extensi Sang Maha Jiwa (Parama-Atman) yang Maha Agung. Kita mengubah nasib dan takdir kita dengan mengubah kebiasaan kita. Dan semua itu dimulai dalam pikiran. Kapanpun ada kemauan, pasti ada jalan. Anda dapat memulai kebiasaan baru yang lebih baik dan memaafkan masa lalu Anda dengan cara menganggap diri Anda tidak punya masa lalu. Dengan ini, Anda merajut masa depan yang lebih indah dan mulia dengan mudah. Bila masa lalu Anda masih anda gendong, maka hanya akan menjadi beban masa kini dan membuat perjalanan Anda menuju masa depan yang lebih baik menjadi semakin lama.

Saya sangat prihatin karena akhir akhir ini saya banyak menyaksikan anak anak yang harus hidup dan tumbuh dalam keluarga yang berantakan. Keberantakan ini sebagian besarnya disebabkan oleh salah satu atau kedua orang tua mereka selingkuh yang berujung pada hancurnya keluarga. Bila kesucian pernikahan dilanggar, sebuah keluarga hanya menunggu kejatuhan dan keruntuhan. Anak anak tidak pantas menerima situasi seperti ini. Mereka layak untuk bahagia dengan arahan dan bimbingan yang benar oleh ayah dan ibu mereka. Seorang ayah harus seperti 'Bapak Langit' yang melindungi mereka dan sang Ibu seharusnya seperti 'Ibu Bumi' yang memelihara mereka dengan kasih sayang dengan terus menjaga kesucian diri.

Banyak ajaran agama dan budaya yang mengajarkan ketidakbenaran. Sebagai contoh ada yang tetap bersatu sebagai suami-istri lantaran agamanya melarang berpisah namun disisi lain tetap melakukan perselingkuhan. Ada bahkan yang benar benar secara pulgar membenarkan ketidaksetiaan berupa poligami. Jadi ada yang berpura pura setia pada pasangan. Ada yang menyakiti pasangan dengan alasan agama atau adat yang membenarkan. Seharusnya kita jangan lupa, apapun yang dibenarkan oleh adat atau agama, kita perlu menyaringnya dengan nurani kita. Jangan sampai kekeliruan - kekeliruan masa lalu kita terima begitu saja dan turun temurun kita wariskan. Jangan lupa banyak hal dimasa lalu yang harusnya kita ubah untuk kebaikan masa kini dan masa yang akan datang. Sifat sifat kebinatangan masa lalu harusnya kita ubah dan ganti dengan sifat sifat kedewataan yang mulia agar masa kini dan masa depan menjadi lebih baik.

Memang lebih mudah meniru sifat sifat kebinatangan daripada mengendalikan diri untuk meniru sifat sifat kebinatangan. Suatu hari anjing saya melakukan hubungan seksual dengan anjing tetangga, beberapa hari berikutnya saya lihat dia melakukannya dengan anjing yang lain. Bukankah perilaku seperti ini yang banyak ditiru oleh manusia sekarang? Jadi sifat mana yang membuat manusia menjadikannya makhluk yang lebih baik dari binatang? Bedanya anjing melakukannya disembarang tempat, manusia melakukannya sembunyi sembunyi namun 'nilai' perbuatan mereka sama. Seorang buruh melakukannya dengan dagang jamu, seorang pejabat dengan artis namun perbuatan mereka tetaplah sama.

Satu satunya cara agar kehidupan ini menjadi lebih baik adalah dengan memegang teguh 'satyam' yaitu kesetiaan, kebenaran dan selalu mengendalikan diri dari godaan godaan sifat kebinatangan yang menjanjikan kenikmatan sesaat namun pada akhirnya memberi duka lara panjang.

*** *** ***

Marriage is a commitment. Commitment means that for whatever reasons and temptation faced, it won't be violated, it's alike a person who has been committed not to cheat, despite facing any kind of hard situation, they won't cheat. Speaking about marriage. we reckon that no other violations are worse than infidelity.  

Every action is first started in mind which is the intention. To get committed, the mind must understand to control itself at any time. When it is accustomed, it will become an easy habit. Well, if you are not committed, you'll find so many excuses to have affairs. It can be feeling unfulfilled with partner, new excitement yet all of the reasons are only lacking of ego's control. Deep inside them, they really know that is a wrongdoing thing. They know it would bring them into ruination and downfall.

Yet alike smokers, glutton, drunkard and other addicts, they will keep doing the killing spree. Despite, it actually only needs a little effort in switching the habits by listening to their spirit instead of their ego. We change our fate and destiny by changing our habits. It is started in mind. Whenever there's a will, there will be a way. You can start the new worthy habits and forgive your past, your future will be bright.   

It really concerns me that recently I met so many kids living not in an intact family. They don't deserve this kind of situation. They deserve to be happy with right directions and guidance by their allied father and mother. A father must be like 'Father Sky' to protect them and, the mother is like 'Mother Earth' who nourishes them with affection.   
 

Share This Post: