HIDUP DAN USAHA DI JALAN KEBENARAN - LIVES AND BUSINESS IN TRUTHFULNESS

Saya menulis artikel ini untuk diri saya sendiri. Namun, jika ada yang membaca dan isinya tidak sesuai dengan kredo anda, mari bersikap toleran karena perbedaanlah yang telah membuat hidup ini indah. Hanya Tuhan yang tahu kebenaran sejati. Semoga dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatan yang kita lakukan selalu dalam bimbingan-Nya. Dengan kesucian hati kita dan dengan selalau mendengarkan bisikan nurani kita, kita akan selalu hidup dalam kebahagiaan sejati. 

*** *** ***


Hidup dan usaha adalah hal yang sama. Cara seseorang melakukan usaha adalah cerminan cara hidupnya. Seseorang yang dalam melakukan usahanya dengan kejujuran dan keterbukaan maka bisa dipastikan dia juga melakoni hidupnya dengan cara serupa. Sebaliknya orang yang melakukan usahanya dengan penuh kecurangan, tipu tipu dan mengorbankan yang lain, bisa dipastikan dia hidup dengan cara itu juga.

Dalam hidup dan juga usaha, saya melihat titik awal sangatlah penting. Mereka yang memulai hidup atau usaha dengan tidak jujur menganggap cara ini berhasil. Akhirnya perilaku ini diulang ulang, terbentuklah sebuah kebiasaan yang berakhir pada keyakinan bahwa hidup atau usaha tidak akan sukses kalau jujur alias tidak curang. Padahal, sesungguhnya 'tidak jujur' saja sudah merupakan sebuah kegagalan hidup dan usaha. Dia hanyalah godaan hidup yang berasal dari ego manusia. Ego selalu menawarkan kesenangan kesenangan sesaat yang selalu berakhir dengan penderitaan jangka panjang. Dia tidak memberikan kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang bersumber dari kebenaran. Kalau Tuhan adalah kebenaran itu sendiri, setiap perilaku kita yang didasarkan pada ego adalah tindakan yang sedang bertentangan dengan sifat Tuhan itu sendiri. Anda bisa bayangkan bagaimana akhirnya kalau setiap tindakan anda bertentangan dengan Tuhan dan semesta.

Ada sebuah konsep hidup-usaha yang bersumber dari sebuah ajaran dari jaman masa silam. Ajaran ini bersumber pada ajaran kebenaran. Ada empat hal yang terkait satu sama lain, yaitu:
(1) Kebenaran
(2) Harta
(3) Keinginan
(4) Kebahagiaan atau Kebebasan

Jadi bila harta yaitu kekayaan dan keberlimpahan, niat dan keinginan diwujudkan dengan cara yang benar dan baik akan memberikan kebahagiaan dan kebebasan sesungguhnya. Sebaliknya bagi mereka yang mewujudkan harta dan keinginan dengan jalan keluar dari kebenaran, sudah dapat dipastikan tidak akan memberikan kebahagiaan dan kebebasan sejati.Sebaliknya dia hanya akan memberikan keterikatan yang lebih besar. Keterikatan ini dapat berupa rasa takut dan was was atau bahkan stress yang pada akhirnya menimbulkan penyakit pikiran dan fisik.

Pada kenyataannya sangat banyak kita saksikan yang ingin mewujudkan harta dan keinginan dengan cara cara tidak benar. Sesungguhnya ini adalah kesia-siaan hidup. Kekayaan dan keinginan yang diwujudkan dengan cara keluar dari jalan kebenaran hanya akan menjadi racun dalam jangka panjang. Kita banyak menyaksikan contoh contoh langsung dimasyarakat. Ada yang memiliki harta namun anak anak mereka menjadi anak anak yang kecanduan narkoba, mabuk mabukan, melakukan hubungan sex bebas dan lain lain yang pada intinya mereka menganggap harta adalah segalanya sehingga rasa kemanusiaan seperti rasa bakti pada orang tua, rasa empati pada orang lain menjadi sangat kecil. Ada yang memiliki harta namun keluarga mereka berantakan. Ada yang mewujudkan harta dan keinginan mereka namun sakit sakitan. Bukankah kesuksesan memiliki banyak muka? Sukses secara finansial, belum tentu sukses dalam kesehatan. Sukses dalam finansial belum tentu sukses dalam keluarga. Sehingga untuk memadupadankan semuanya diperlukan satu jalan yaitu jalan kebenaran. 

Tidak sedikit pengusaha yang memiliki kekayaan besar pada akhirnya menjadi tidak bahagia karena cara cara berusaha mereka tidak benar. Lalu apa gunanya kekayaan bila tidak memberikan kebahagiaan dalam hidup?  




Share This Post: