Internal Dialogue Affirmation: Ego vs Spirit - Afirmasi Dialog Internal: Ego vs Jiwa

English Version

Internal dialogue may be understood as the dialogue between our ego and our soul or conscience. Ego represents selfishness, our spirit as it is God inside us represents oneness and selflessness.   

The whispers of your ego based upon lust, anger, greed, envy and confusion. Meanwhile your conscience of your spirit based upon divinity, equality and truthfulness.   

Every single matter that we observe evokes internal dialogue within us. Anything really depends on our wisdom to judge. We have choices at anytime and, the choice is ours. One thing has more than one or many perspectives. Our wisdom has its utmost role to choose our affirmation.

Your habit of choosing your internal dialogue might determine your future statement.

Non judgment might mean that we are freeing ourselves from judging what’s right and wrong but endeavoring to take the wisest affirmation within our internal dialogue.   

The border between right and wrong, ego & spirit, happiness and fallacious fun is truly flimsy for those who are still confused. But for those who have gained enlightenment can see it very clear. These samples below might be differences of characteristics of ego & spirits:   


(1)    *Spirit: Restful and Peaceful. It is immovable because it is focus on inner happiness. It is not much bothered by hustle and bustle of surroundings. *Ego: Full of Turbulence. Very vulnerable because it depends its happiness on others' judgement. Panicking, rush are other characteristic of ego.  


(2)    *Spirit: Feeling Equal. Everyone is bestowed with different talents. We can drive a car because some other fellow human beings are capable of making them. We can use computer despite not all of us are inventors of computer. Computer makers can eat good food because some other people are blessed with great talent being a cook. *Ego:Feeling Higher or Superior. You can't be a boss without others being employees. No matter how smart you are if none choose being farmers, you die. So our existence is to compliment one to the other.  


(3)    *Spirit: 'Focus On The Evolution Of Immortal Soul'. It knows this life is too short to do bad things like cheating, being dishonest, being greedy, angry, envy, stressful and other negative things that doesn't help the soul to evolve into higher being. It seeks happiness that will not turn into long term misery for himself and others. *Ego: 'Seeking Short Term Joys'. It doesn't realize that the choice cause long term pain for the doer and others. For example ego parents part ways and let their kids mentally suffering.


 (4)    *Spirit: ‘Universal and Opened Minded'. Its prayer is for the Universe and all its contents. It respects others like respecting self. Seeing everyone as God in different form. *Ego: 'Exclusive  and Narrow Minded'. When it feels different to others, it thinks it can do anything to fulfill its desires even by sacrificing others.     


The real us is our internal dialogue affirmation. We don’t need to pretend to be a good person meanwhile inside of us is not. Being hypocritical is the worst way of life. We cannot cheat anyone. God and Universe have established the law of Karma. What goes around will come around. At the end of the day, each of us has to pay our own bill.    

Some ways to win your internal dialogue for the sake of your spirit evolution:

1.       Understand that you are being tested at anytime. Pass the test.

2.       Transmute the whispers of the ego into positive and uplifting energy of divinity.

3.       Do meditation that praying for universe and all its contents not only for yourself, family or your group.

4.       Be impeccable in your speech and behaviors.

5.       Avoid being hypocritical.

6.       Be grateful in every moment do repetition. Say in your heart: I am healthy, I am happy, I am blessed with this life.

7.       Always focus on the bright side of anyone or anything.  


Indonesian Version

Dialog internal dapat diartikan sebagai dialog antara ego dan jiwa atau hati nurani kita. Ego mewakili keegoisan, jiwa kita sebagaimana Tuhan di dalam diri kita mewakili ketungggalan dan tidak mementingkan diri sendiri.

Bisikan ego didasari oleh nafsu, amarah, keserakahan, iri hati dan kebingungan. Sementara nurani dari jiwa didasarkan pada kedewataan, kesetaraan dan kebenaran.

Setiap hal yang kita amati menimbulkan dialog internal dalam diri kita. Semuanya benar-benar tergantung pada kebijaksanaan kita untuk menilainya. Setiap saat pilihan itu adalah murni milik kita. Satu hal memiliki lebih dari satu atau banyak perspektif. Kebijaksanaan atau pengetahuan suci kita memiliki peran tertinggi untuk memilih atau mengafirmasi hal tersebut.

Kebiasaan memilih dialog internal yang menentukan keadaan masa depan. Bila mau memilih masa depan yang lebih baik, afirmasilah yang lebih baik. Sebagai contoh:'waduh saya sakit, saya tidak mungkin sembuh (kata dokter)'. Saat itu juga kita bisa memilih atau mengafirmasi yang lebih baik misalnya 'Saya tidak sakit, ini hanyalah sekedar gejala dari tubuh saya yang ajaib ini. Yang disebut sakit oleh orang lain (termasuk dokter) hanyalah energi yang baik yang dianugerahkan kepada saya agar kekebalan tubuh saya bisa berlatih sehingga menjadi semakin kuat'.

Non-judgement dapat diartikan bahwa kita membebaskan diri dari menilai apa yang benar dan salah tetapi berusaha untuk menerima penegasan yang paling bijak dalam dialog internal kita.

Batas antara benar dan salah, ego & jiwa, kebahagiaan dan kesenangan yang salah benar-benar sangat tipis bagi mereka yang masih bingung. Tetapi bagi mereka yang telah mencapai pencerahan dapat melihatnya dengan sangat jelas. Contoh-contoh di bawah ini mungkin perbedaan ciri ciri ego & jiwa:

(1) * Jiwa: Tenang dan Damai. Ia tidak goyah karena fokus pada kebahagiaan batin. Tidak banyak terganggu oleh hiruk-pikuk lingkungan sekitar. * Ego: Penuh Goncangan. Sangat rentan karena menggantungkan kebahagiaannya pada penilaian orang lain. Panik, terburu-buru adalah karakteristik lain dari ego.

(2) * Jiwa: Merasa Sama. Setiap orang diberikan talenta berbeda. Kita dapat mengendarai mobil karena beberapa orang lain mampu membuatnya. Kita bisa menggunakan komputer meski tidak semua dari kita adalah penemu komputer. Pembuat komputer dapat makan makanan yang baik karena beberapa orang lain diberkati dengan bakat besar menjadi juru masak. * Ego: Merasa Lebih Tinggi atau Superior. Anda tidak bisa menjadi bos tanpa orang lain menjadi karyawan. Tidak peduli seberapa pintar anda jika tidak ada yang memilih menjadi petani, anda mati. Jadi, keberadaan kita adalah untuk saling melengkapi satu sama lain.

(3) * Jiwa: 'Fokus Pada Evolusi Jiwa Yang Abadi'. Ia tahu bahwa hidup ini terlalu singkat untuk melakukan hal-hal buruk seperti menipu, tidak jujur, menjadi tamak, marah, iri, stres, dan hal-hal negatif lainnya yang tidak membantu jiwa untuk berevolusi menjadi makhluk yang lebih tinggi. Ia mencari kebahagiaan yang suatu saat tidak akan berubah menjadi penderitaan panjang bagi dirinya dan orang lain. * Ego: 'Mencari Sukacita Jangka Pendek'. Tidak disadari bahwa pilihan itu menyebabkan rasa sakit jangka panjang bagi pelaku dan orang lain. Sebagai contoh, orang tua yang ego bercerai dan membiarkan anak-anak mereka menderita secara mental.

 (4) * Jiwa: 'Universal dan Berfikiran Terbuka'. Doanya untuk Alam Semesta dan semua isinya. Ia menghormati orang lain seperti menghargai diri sendiri. Melihat semua orang sebagai Tuhan dalam wujud yang berbeda. * Ego: 'Exclusif dan Berfikiran Picik'. Karena merasa berbeda dengan orang lain, ia berpikir dapat melakukan apa saja untuk memenuhi keinginannya bahkan dengan mengorbankan orang lain.

Diri kita yang sebenarnya adalah penegasan dialog internal kita. Kita tidak perlu berpura-pura menjadi orang baik sementara itu di dalam diri kita tidak. Menjadi munafik adalah cara hidup paling buruk. Kita tidak bisa menipu siapa pun. Tuhan dan Alam Semesta telah menetapkan hukum Karma. Apa yang disemai akan dipetik. Suatu saat, kita masing-masing harus membayar tagihan kita sendiri.


Beberapa cara untuk memenangkan dialog internal demi evolusi jiwa anda:

1. Memahami bahwa setiap saat anda sedang diuji. Luluslah dari tes.

2. Ubahlah bisikan ego, ajak bergabung menjadi energi positif dan membangkitkan semangat dari kedewataan.

3. Lakukan meditasi yang berisi doa untuk alam semesta dan semua isinya tidak hanya untuk diri sendiri, keluarga atau kelompok.

4. Jadilah sempurna dalam ucapan dan perilaku.

5. Hindari sikap munafik.

6. Bersyukur setiap saat, lakukan pengulangan. Katakan dalam hati: Aku sehat, aku bahagia, aku diberkati dengan hidup ini.

7. Selalu fokus pada sisi baik siapapun atau apa pun.



Share This Post: