Kebahagiaan Hanyalah Sebuah Pilihan Semata

Kebahagiaan Hanyalah Sebuah Pilihan Semata


Oleh: Steve Spring
Diterjemahkan dan diolah oleh: MS

“Bukan apa yang kita miliki atau siapa kita atau di mana kita berada atau apa yang kita lakukan yang membuat kita bahagia atau tidak bahagia. Semua itu hanyalah bagaimana kita berfikir tentang hal itu. ”- Dale Carnegie

Mari kita tengok kedalam diri kita yang terdalam, kita semua ingin bahagia

Salah satu 'ajaran' tertua manusia mengatakan bahwa badan terdalam kita yaitu jiwa kita disebut sebagai 'Ananda' yang berarti bahagia. Jadi apapun alasan kita hidup, kita pada akhirnya menginginkan kebahagiaan. Ini juga berarti sifat alami kita yang terdalam adalah bahagia. Jadi bila kita sedang menemukan diri kita sedang tidak bahagia, itu berarti saat itu kita sedang keluar dari sifat alami kita maka kembalilah bahagia.

Jika kita ingin bahagia, kita tidak perlu menambahkan lebih banyak hal dalam hidup - justru harus mengurangi beberapa hal.

Berikut adalah hal-hal yang harus bisa kita lepaskan untuk menciptakan lebih banyak kebahagiaan dalam hidup .

Kurangi lalu hilangkan bicara negatif (pikiran negatif) pada diri sendiri 

"Berpikir positif dan berpikir negatif tidak dapat beroperasi pada waktu bersamaan dalam pikiran kita, yang kita beri makan lebih banyak akan menguasai yang lain." - Oscar Bimpong

Kita adalah pengkritik terburuk bagi diri kita sendiri.

Kita memiliki percakapan terus-menerus di kepala kita yang mengatakan kepada kita bahwa, "Aku tidak akan pernah berhasil."

Ketika kita lupa beberapa hal, kita berkata pada diri sendiri, "Aku benar-benar idiot."

Ketika melihat seseorang sukses, dalam hati kita mengatakan," Saya tidak mungkin bisa seperti dia".

Komunikasi internal yang negatif dalam diri sendiri menyebabkan kepercayaan diri menjadi tidak baik, merendahkan diri sendiri dan sikap perilaku yang juga tidak baik.

Beberapa bentuk percakapan negatif dalam diri yang paling umum antara lain:


Penyaringan - ketika kita meningkatkan kenegatifan, kita sekaligus mengurangi hal-hal positif dalam hidup kita.
Personalisasi - ketika kita menyalahkan diri sendiri untuk hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan kita atau orang lain.
Polarisasi - ketika kita hanya melihat sesuatu sebagai hitam dan putih (ini adalah favorit saya).
Bencana - ketika kita mengharapkan hal terburuk yang akan terjadi pada setiap situasi (Saya akan mati beberapa waktu lagi sesuai vonis medis).

Jangan pernah memberi ruang se-inchi-pun bagi pikiran negatif karena dia akan mengambil satu mil.” - Matshona Dhliwayo

Pembicaraan negatif dalam diri sendiri tidak akan pernah menghasilkan kebahagiaan.

Jika kita ingin bahagia, kita harus menyingkirkan pembicaraan negatif dalam diri kita.

Perhatikan pembicaraan negatif dalam diri kita dan ketika kita merasakannya….

Berhenti!

Ubah pembicaraan negatif dalam diri  atau pikiran itu menjadi positif.

Lakukan perubahan dalam hati dan pikiran

"Aku tidak akan pernah berhasil" menjadi "Aku akan menemukan cara untuk membuat ini berhasil."

" Sampai kapanpun saya tidak bisa melakukan ini" menjadi "Saya bisa belajar bagaimana melakukan ini."

" Saya akan mati beberapa waktu lagi sesuai vonis medis" menjadi" Semesta adalah medan semua keajaiban, saya bahkan akan menjadi lebih sehat dari sebelumnya".

Kita selalu dapat mengubah cara kita berbicara tentang diri kita sendiri.

Mungkin kita tidak bisa merubahnya dalam sekejap, namun bila 'saran otomatis pikiran' ini dibiasakan suatu saat akan menjadi kebiasaan dan dari kebiasaan ini realitas kita akan diwujudkan.

Belajarlah untuk bersikap baik, lembut dan memberi semangat pada diri kita sendiri.

Kurangi dan hilangkan semua ketakutan

"Dimana rasa takut berada, disana tidak ada kebahagiaan." - Lucius Annaeus Seneca

Ketakutan memiliki kemampuan untuk mengendalikan hidup kita. Dia membuat kita menjadi tidak bisa melakukan hal-hal yang pada akhirnya bahkan bisa membunuh kita. Ketakutan juga menghalangi kita melakukan hal-hal yang membuat kita sukses.

Kita semua memiliki ketakutan.

Beberapa dari kita memiliki rasa takut pada ular.

Beberapa dari kita memiliki rasa takut akan ketinggian.

Ada yang merasa takut disaingi.

Beberapa dari kita bahkan memiliki ketakutan akan kebahagiaan.

Hal ini memang benar adanya, ketakutan yang nyata ini disebut cherophobia.
.
"Keengganan pada kebahagiaan, juga disebut cherophobia atau takut bahagia, adalah sikap negatif terhadap kebahagiaan di mana individu mungkin dengan sengaja menghindari pengalaman yang memicu emosi atau kebahagiaan positif." - Wikipedia

Ada empat alasan utama mengapa cherophobes takut akan kebahagiaan:

Mereka takut bahwa bahagia akan menyebabkan hal-hal buruk terjadi pada mereka.
Mereka takut bahwa kebahagiaan akan membuat mereka menjadi orang yang lebih buruk.
Mereka takut bahwa mengekspresikan kebahagiaan itu buruk bagi mereka dan orang lain.
Mereka takut mengejar kebahagiaan karena itu buruk bagi mereka dan orang lain.
"Beberapa orang - dalam budaya Barat dan Timur - mewaspadai kebahagiaan karena mereka percaya bahwa hal-hal buruk, seperti ketidakbahagiaan, penderitaan, dan kematian, cenderung terjadi pada orang yang bahagia." Wikipedia

Padahal, ketakutan dan kebahagiaan tidak bisa ada pada saat bersamaan.

Jadi, rasa takut menjadi masalah jika itu membuat kita tidak bahagia.

Untuk mengatasi cherophobia, kita harus mulai dengan mengambil langkah-langkah kecil untuk mengurangi rasa takut itu sendiri.

Berbahagialah dengan keadaan fisik kita seperti apapun dia adanya, syukuri dan nikmati. Jangan lupa kalau anda kurus banyak yang suka dengan orang kurus, kalau anda sedikit tambun banyak juga yang suka dengan yang tambun.

Biarkan diri kita merasa bahagia ketika kita telah menyelesaikan tugas kita, bahagia dengan keadaan orang tua kita bagaimanapun kondisinya, bahagia dengan orang orang disekitar kita.

Belajarlah untuk menikmati matahari terbit atau terbenam yang indah. Menikmati hujan, laut, langit dan seluruh alam.

Nikmati hadir bersama teman dan keluarga kita.

Begitu kita mulai bahagia dengan hal-hal kecil dalam hidup, kita akan melihat bahwa kita tidak perlu takut, dan kita akan membiarkan diri kita menjadi semakin bahagia dan lebih bahagia.

Hanya dengan begitu kita dapat menghancurkan kekuatan ketakutan dalam hidup kita dan mulai menjalani kehidupan yang lebih bahagia.

Hilangkan Masa Lalu Anda. Anggap Diri Anda Tidak Memiliki Masa Lalu Demikian Juga Orang Lain.

Berdamailah dengan masa lalu anda, dengan masa lalu pasangan anda, dengan masa lalu siapa saja. Jangan lupa, seseorang bisa berubah dalam hitungan detik jadi tidaklah bijak kita menilai diri kita sendiri dan orang lain dari masa lalu.

"Hanya karena seseorang pernah mengacaukan masa lalu kita, itu tidak berarti kita harus memberi mereka izin untuk mengacaukan masa depan kita." - Zig Ziglar

Kita semua memiliki masa lalu.

Masa lalu kita bisa diisi dengan pengalaman yang baik atau bisa diisi dengan banyak omong kosong negatif yang mengacaukan masa kini dan bahkan masa depan kita. Bila ada yang membicarakan negatif tentang masa lalu pasangan kita, tersenyumlah dalam hati. Yang terpenting bagaimana kita bisa bersama sama belajar menjadi lebih baik dimasa sekarang dan yang akan datang.

Jika kita tidak ingin masa depan kita menjadi seperti masa lalu, kita harus melepaskan bagasi berat dipunggung kita yang menahan kita untuk menjadi sukses. Punggung kita adalah simbul masa lalu mengapa kita tidak bisa dan tidak perlu menolehnya kecuali kita dengan sengaja bercermin.

Kita harus melepaskan orang-orang yang telah mengacaukan hidup kita.

Begitu kita melakukannya, beban yang sangat besar akan terangkat dari bahu kita, kita akan segera merasa lebih ringan.

Kita akhirnya akan bisa membiarkan diri kita bahagia.

Beberapa orang saya tahu betapa sulitnya melepaskan masa lalu mereka, ini karena mereka tidak mencoba membiasakannya.

Masa lalu kita memang bisa membentuk siapa diri kita hari ini namun jangan lupa kita harus membuang semua yang negatif dan tidak penting. Inilah tugas utama kita yaitu berevolusi dalam spiritual menjadi semakin baik

Terkadang masa lalu kita benar-benar terlihat lebih baik daripada masa kini. Namun hanya masa kinilah yang paling berharga.

Hanya masa sekarang yang benar benar adalah milik kita, berbahagialah dengan sikon apapun saat ini.

Momen ini adalah masa depan yang selalu kita impikan. Anggap semua impian masa depan kita sudah terwujud saat ini, maka kita akan bahagia berbinar binar setiap saat.

Ini adalah saat di mana kita harus memutuskan untuk melepasakan bagasi berat masa lalu sehingga kita bisa berbahagia sekarang.

Jangan lupa bahwa hidup adalah perjalanan dan bukan tujuan. Nikmati setiap momen perjalanannya.

Jangan membawa bagasi masa lalu kita bersama kita sekarang. Ibarat barang rongsokan yang sudah tidak kita perlukan.

Dengan melepaskannya, beban kita akan menjadi ringan dan kita akan menjadi traveler yang lebih bahagia.

Ketika kita melihat ke belakang, kita akan senang selalu dapat melewatinya.

Lepaskan Diri Dari Mencari Persetujuan Orang Lain

Suatu hal yang luar biasa terjadi ketika kita berhenti mencari persetujuan dan validasi orang lain. Orang-orang secara alami akan tertarik seperti ditarik magnet oleh mereka yang tahu siapa diri mereka sesungguhnya dan oleh mereka yang tidak tergoyahkan! ”- Mandy Hale

Kita semua ingin disukai, akan tetapi terlalu banyak dari kita menjalani hidup kita berdasarkan persetujuan orang lain.

Kita menghabiskan hidup kita mencoba untuk menyenangkan orang lain dengan memenuhi harapan mereka.

Ada masalah besar dengan melakukan ini!

Kita tidak akan pernah dapat menyenangkan semua orang dan bahkan jika kita bisa melakukannya, belum tentu pada akhirnya akan membuat kita bahagia. Jangan lupa seberapa besarpun usaha kita untuk menyenangkan yang lain, pasti masih juga ada yang akan tidak senang. Lalu dimana baiknya apalagi kalau sampai memaksakan diri?

Jadi, beri diri kita kesempatan untuk berhenti berusaha menyenangkan orang lain.

It doesn't work bro!

Fokuslah pada apa yang membuat kita bahagia.

Yang kedua ketika kita memutuskan untuk menjadi diri sendiri, dan berhenti berusaha untuk menyenangkan orang lain, kita akan menemukan bahwa orang yang tepat akan tertarik kepada kita.

Mulailah dengan tidak mengatakan apapun pada diri sendiri yang tidak akan kita katakan kepada teman terbaik kita.
Kebahagiaan ada di dalam pikiran.  Bahagialah walau seolah olah suatu sikon tidak sesuai dengan mau kita. Mau kita terkadang hanyalah sebatas ego kita. Dia bukanlah diri kita yang sesungguhnya.

Disetiap saat, dimanapun ada kebahagiaan bila kita telah memutuskan untuk selalu bahagia. Sebaliknya kapanpun dan dimanapun kita bisa menjadi tidak bahagia bila kita mencari cari hal yang membuat kita tidak bahagia. Bila engkau mencarinya pasti kau dapat. Bila cuaca panas berterimakasihlah pada Sang Surya karna engkau bisa melakukan aktivitas outdoor. Bila hujan berterimakasihlah karena tanaman yang memberimu hidup bisa tumbuh dengan baik. 

Bila hari ini engkau tidak punya uang, berterimakasih dan berbahagialah karena engkau masih sehat. Bila engkau kurang sehat berbahagialah karena engaku masih hidup dan jika berfikir positif kamu akan sembuh kembali.

Bila orang tuamu tidak mampu, berbahagia dan berterimakasihlah karena engkau diberi kesempatan menjadi agen perubahan dalam keluargamu. Bahkan ada saudara saduaramu yang lain tidak punya orang tua.

Bila engkau ditinggalkan orang yang engkau anggap engkau sayangi, berbahagialah karena engkau sedang disiapkan yang lebih baik lagi.

Bila ada yang mengambil hakmu, berbahagialah karena itu artinya engkau akan diberi kemampuan yang lebih besar.

Share This Post: