MANUSIA MAKHLUK ANEH

Manusia banyak tersesat dijalan lurus. Kepuraan puraan hidup, ketidaksetiaan, ketamakan, amarah, hawa nafsu, rasa iri dengki, sifat sifat picik, pikiran pikiran sempit alias ketidaktoleranan, perasaan lebih (tinggi) dari yang lain telah membuat manusia kehilangan jati dirinya. Manusia menjadi tidak lebih baik dari binatang. Bahkan banyak yang bangga menjadi seperti binatang. 


Hal ini juga disebabkan karena kebingungan manusia yang tidak bisa membedakan mana yang prinsip mana yang tidak. Yang prinsip ditolerir, yang tidak prinsip dibesar besarkan dan tidak ditolerir. Contohnya kesetiaan sebagai suami-istri adalah prinsip tidak bisa ditawar tawar karena sudah menjadi bukti diseluruh dunia ketika prinsip ini dilanggar menyebabkan begitu banyak manusia yang menderita. Anak anak yang terlantar, kesengsaraan orang tua. Seperti di beberapa tempat anak anak menjadi terlantar karena kedua orang tua mereka selingkuh dan akhirnya bercerai lalu anak anak hanya dipelihara dan dibesarkan oleh kakek-nenek mereka yang sudah renta. Bayangkan betapa bejatnya sesungguhnya orang yang melakukan perselingkuhan. Lagi sekali karena tidak bisa memegang prinsip. Prinsip tetaplah prinsip, apapun alasannya jangan dilanggar. Kalau mau mencari cari alasan untuk melanggar prinsip kita akan mendapatkannya segudang. Alasan agama membenarkan, alasan jatuh cinta lagi, alasan sudah tidak sejalan, alasan tidak menghidupi, alasan sudah tidak cinta lagi. Sama halnya 'tidak mencuri' adalah prinsip. Jangan sampai karena alasan lapar, alasan kurang dsb kita mencuri. Lebih baik sekalian tidak makan daripada mencuri. Percayalah kita tidak akan mati bila memegang prinsip yang benar. Tuhan dan alam pasti selalu akan menunjukkan jalan baik dan benar.

Dalam hal kesetiaan beberapa binatang lebih baik dari manusia sebagai contoh anjing. Seekor anjing yang dipelihara akan sangat setia pada tuannya. Sekali sekali tuannya marah, dia tidak akan membalas apalagi menggigit dari belakang. Bahkan hanya beberapa menit lalu dia dimarahi, beberapa saat kemudian sudah datang kembali mengibas ngibaskan ekornya seolah olah menyampaikan, tidak ada permasalahan diantara kita, mari saling memaafkan Tuan. Sebaliknya dalam banyak kasus kita ketahui bagaimana manusia dendam kepada manusia lainnya padahal dulunya mereka baik baik bahkan tidak sedikit hanya karena masalah sepele. Manusia menghianati orang yang mengasihi dia seolah sudah menjadi pemandangan yang biasa. Seorang politikus menghianati orang yang dulunya sahabat, orang dekat, orang yang berjasa membesarkannya. Alangkah sedihnya manusia yang seharusnya memelihara dan mengembangkan sifat sifat kedewataan dalam dirinya namun sebaliknya memelihara dan membesarkan sifat sifat kebinatangan. 

Alangkah indahnya hidup bila kita dikelilingi oleh orang orang jujur, setia, sadar dan bahagia setiap saat. Orang yang sadar akan hidupnya sebagai manusia pasti akan menjadi orang jujur dan setia. Orang jujur dan setia serta sadar pasti akan menjadi orang bahagia yang sesungguhnya. Kebahagiaan sejati yang tidak mengorbankan siapapun. Kebahagiaan yang konsisten, bukan kesenangan kesenangan sementara yang berujung penderitaan.

Beberapa keanehan sifat sifat manusia:
*Senang pada orang jujur dan setia namun sulit untuk menjadi orang benar
*Marah dikhianati namun selingkuh
*Tidak suka ditipu namun masih mencuri
*Tidak suka pada orang jutek namun masih sulit tersenyum
*Bahagia menerima namun tidak mau memberi
*Tidak senang dipandang rendah namun tidak mau menghargai kesetaraan

'Satya mukhaning dharma' = kesetiaan, kejujuran atau kebenaran adalah agama tertinggi

Share This Post: